Level Trader Foreign Exchange
Untuk menjadi sukses sebagai seorang Trader maka seseorang
akan melalui beberapa tahapan-tahapan yang secara tidak
sadar mereka lewati. Proses terjadinya perubahan dari
seseorang ini sering dikenal sebagai Level Trader yang
pada kesempatan ini saya menyebutnya "Level Trader
Foreign Exchange". Tingkatan ini akan dilalui secara
alamiah (tidak ilmiah) dan bukan berdasarkan beberapa
sks yang diambil dalam satu semester.. kayak kuliah
aja.. Namun tingkatan ini bukanlah sesuatu yang yang
formal, tetapi nyata dan hampir selalu terjadi pada
setiap trader.
Baiklah kita akan membahas satu demi satu Level Trader
Foreign Exchange ini dan coba cocokkan diposisi manakah
kita saat ini?
1. Level 0
Dilevel ini seseorang akan mempelajari pengetahuan
forex itu secara mendalam melalui berbagai jenis buku-buku
literatur yang mereka dapati baik secara gratis atau
beli dari internet dan toko buku. Orang-orang yang berada
dilevel ini adalah orang yang hebat dan bisa menjadi
seorang penulis buku Forex yang terkenal atau best seller,
tetapi mereka hanya menguasai teori dan tidak memiliki
keberanian untuk bermain secara nyata.
Ada beberapa dari orang yang berada di Level ini bisa
menjadi seorang Analis dari perusahaan valas, hal ini
desebabkan orang yang berada dilevel ini menguasai Analisa
Fundamental dan Analisa Teknikal dengan baik secara
teori. Dan mereka akan menjelaskan dengan penuh keyakinan
pada setiap orang bahwa kita akan mendapatkan keuntungan
sangat besar dalam waktu sekejap, namun mereka lupa
bahwa mereka hidup dengan Gaji Bulanan dan tak pernah
sekalipun Trading. Artinya orang yang berada dilevel
ini adalah "No Ation Talk Only"
2. Level 1
Kita akan sadar dengan pengetahuan saja maka kita tidak
akan mendapatkan keuntungan yang maksimal secara financial.
Hal yang paling penting adalah bukan seberapa besar
kita dapat mengetahui teori forex itu namun seberapa
banyak profit yang dapat kita kumpulkan dalam kantong.
Pada level ini seseorang akan mulai membuka sebuah
account dan melakukan trading. Kita menjadi trader karena
mendengar bahwa pendapatan seorang trader bisa mengalahkan
pendapatan seorang direktur BUMN. Lagi pula saat simulasi
kita telah profit 3 kali lipat, lalu apa susahnya forex
itu?.
Kita mungkin bisa profit dengan hasil yang menakjubkan
100 poin sampai 200 poin per lot per hari, namun itu
semua hanyalah awal keuntungan saja. Pada awalnya kita
tidak akan percaya, dengan hanya mengandalkan 1 indicator
saja, atau bahkan hanya dengan
insting, toh kita bisa profit.
Namun sayangnya, market akan mengalahkan kita. Tidak
ada trader yang sukses hanya dengan faktor LUCK. Loss
demi loss menghampiri kita, kita terus mencoba bertahan
namun kalau sampai margin habis, siapa yang bisa tahan?.
Kita sama sekali tidak menyadari bahwa kita tidak bisa
trading, kita tetap mengira bisa trading walaupun semua
fakta berkata sebaliknya ( apakah bulan ini profit?,
bulan kemarin profit?, tahun ini profit? ).
Kita tetap mengira bahwa kita adalah orang yang spesial,
orang yang akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari
trading. Dan kita tidak menyadari bahwa 90% trader yang
gagal juga mempunyai perasaan seperti itu. Kita tidak
mempunyai sistem yang kumplit, kita dikuasai oleh emosi,
kita selalu averaging posisi jika loss karena kita Marah
pada market, kita selalu take profit dalam jumlah yang
kecil atau membiarkan profit berubah jadi loss karena
kita dikuasai oleh Keserakahan, kita tidak pernah trading
karena takut. Kita membiarkan diri kita dikuasai oleh
emosi sehingga margin equity.
90% orang yang trading hanya sampai pada level ini,
mereka biasanya kapok, berhenti trading dan menganggap
ini semua hanya mimpi buruk belaka. Sebagian lagi moralnya
anjlok, mereka tetap mencari investor dan trading seperti
orang gila. dalam sebulan atau dua bulan margin habis
lalu mereka mencari mangsa lagi.
Mereka masih mengaku sebagai trader namun sebenarnya
mereka executor. dan biasanya yang moralnya anjlok ini
dengan senang hati akan menjabat sebagai managemen di
brokernya. Kemudian sebagian lagi akan tetap ngantor
seperti biasa dan mengaku trader tetapi tidak pernah
trading, mereka biasanya menyalahkan dirinya sendiri.
Hanya masalah waktu, sampai kapan mereka dapat bertahan
di level ini dan waktu selalu menang.
90% Trader ada di level ini, dan hanya 10% sadar dan
pindah ke level 2.
3. Level 2
Di level ini kita sadar bahwa kita tidak bisa trading
bila tidak memiliki kemampuan untuk trading yang menghasilkan
profit secara konsisten. Dan kita tahu solusinya, kita
sadar bahwa selama di level 1 pikiran kita dikaburkan
oleh emosi sehingga kita tidak bisa berpikir secara
jernih.
Di level ini kita akan mencari holy grail ( system
yang sempurna, system yang 100% profit, system yang
tidak pernah loss), kita mulai membeli system yang ada
di internet, kita membaca semua website yang ada tentang
trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai
Russia, kita baca semua ebook yang ada, kita praktekan
semua system yang di peroleh, kita haus akan ilmu seperti
seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air
minum.
Pada level ini kita akan membaca semua detail tentang
indikator, kita akan test semua indicator yang ada di
metatrader, bahkan kita mungkin akan membuat indikator
sendiri ( biasanya gabungan 2 atau 3 indicator), kita
akan bermain-main dengan moving average, fibonnacci
lines, pivot point, camarilla pivot, deMark, Fractals,
Divergence, DMI. ADX, Bollinger Bands, dan ratusan indicator
lainnya.
Kita tahu bahwa market terlalu rumit untuk di prediksi
hanya dengan 1 indicator saja, kita tahu kombinasi ideal
dari masing-masing indicator. Kita tahu persis keunggulan
indicator tersebut dan juga kelemahannya.
Kita akan mencoba menerka TOP dan BOTTOM dari market
dengan indicator tersebut. Kita akan bergabung dengan
chat room trader dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan
bodoh pada trader senior. Karena kita tahu kalau kita
tidak bertanya sekarang maka selamanya kita tidak akan
tahu.
Pada akhirnya di level ini kita akan mendapatkan 5
sampai 10 system yang lengkap dan mencoba mencari tahu
system mana yang paling cocok dengan kepribadian kita.
Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar
7% yang berhasil pindah ke level 3.
4. Level 3
Pada akhir level 2, kita akhirnya menyadari pokok permasalahan
bukan terletak di system. Kita menyadari bahwa kita
bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system
yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator
lain, jika kita bisa menggunakan kepala kita dan money
management yang benar.
Kita mulai membaca buku tentang psikologi trading,
dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan
dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.
Level pencerahan ini membuat otak kita menyadari satu
hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun
yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi
pada market 30 detik kemudian.
Kita mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya
sehingga sesuai dengan karakter kita, dan mampu memberikan
lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.
Kita mulai trading jika kita tahu probabilitas untuk
profit lebih besar daripada untuk loss, kita hanya trading
jika ada signal dari system kita, kita selalu menggunakan
stoploss, karena kita tahu stoploss adalah resiko bisnis
yang ada dalam dunia trading.
Ketika stoploss kena, kita tidak emosi karena kita
tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan
kesalahan kita. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas
profitnya karena kita tahu system itu system yang profit.
Kita secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading
hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada
system, psikologi trading dan money management. Dan
kedisiplinan kita untuk melakukan trading apapun yang
terjadi.
Kita mempelajari tentang money management, 2% risk,
dan hal lainnya. Dan hal ini mengingatkan kita 1 tahun
yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama
pada kita dan memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu
kita memang belum siap namun sekarang sudah siap.
Di level pencerahan, otak kita akan menerima bahwa
kita tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena
memang tak seorang pun bisa.
Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar
5% yang berhasil maju ke level berikutnya.
5. Level 4
Oke, Sekarang kita hanya trading jika system kita memberi
signal.
Kita cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena
kita tahu system kita akan lebih banyak memberikan profit
daripada loss, dan cut loss yang kita lakukan adalah
resiko bisnis yaitu max 2% dari account.
Di level ini kita memulai target dengan profit 20 point
per hari, dan setelah kita mampu melakukannya secara
konsisten selama beberapa minggu, kita meningkatkan
target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya
mampu kita lakukan.
Kita memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya,
memperbaiki systemnya, menguasai emosi kita, dan melaksanakan
money managemen yang kita pegang.
level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.
Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke
level berikutnya.
6. Level 5
Nah sekarang kita sampai di level 5, ini adalah level
yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia
ini, di level ini kita bisa trading secara alami, kita
telah menguasai semuanya, kita bisa Dancing with the
Market, kemanapun arah market berjalan, kita telah open
di posisi yang benar, jadi kita tinggal melihat profit
kita bergerak dari 2 digit ke 3 digit.
Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level
utopia, kita telah menguasai emosi kita dan kini kita
trading dengan account yang terus membesar tiap harinya
dari kumulatif profit yang kita peroleh.
Level ini disebut disebut Level Trader Sejati.
Kita akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang
akan mendengarkan apa yang kita katakan, kita kenal
dengan pertanyaan mereka, karena kita ada diposisi mereka
2 tahun yang lalu.
Kita akan memberikan saran bagi mereka, namun kita tahu
bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya
karena mereka masih trader level 1.
Kita tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kita
mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual,
kita bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada
jaringan internet, kita bisa pindah ke hotel bintang
5, dan menjadi penghuni tetap disana.
Kita mempunyai penghasilan seperti seorang superstar,
kita bisa membuat buku sendiri, kita bisa trading dengan
margin yang tanpa batas, dan account kita akan berlipat-lipat
dari account awal.
Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.
Sampai disini saja dulu dan kami harapkan anda sudah
bisa memilih dilevel mana anda sedang berada saat ini.
Apakah anda bangga menjadi seoarang TRADER? Bila ya..
maka teruskan bisnis forex ini dan yang paling penting,
Jadikanlah Forex ini sebagai Hoby dan bukan pekerjaan.
Bila anda menjadikannya Hoby maka anda akan merasa senang
dan nyaman dalam mejalaninya namun bila forex itu merupakan
sebuah pekerjaan maka dia akan menjadi beban untuk anda
lakukan.
|